Indonesia merupakan negara yang indah di antara negara
negara yang ada di dunia. Banyak hal yang mendukung pernyataan tersebut.
Disamping keindahan alamnya, Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat
melimpah yang diberikan oleh Allah kepada masyarakatnya. Selain itu, bangsa
Indonesia memiliki beranekaragam suku, agama, ras, dan kebudayaan yang berbeda namun tetap
selaras dan saling menghormati dalam bingkai kehidupan berbangsa dan bernegara.
Hal semacam inilah yang terkadang tidak dimiliki oleh bangsa lain didunia ini.
Sebagaimana kita tahu, sejak dahulu bangsa Indonesia
memiliki peradaban yang tinggi sejajar dengan bangsa-bangsa berperadaban besar manapun di dunia. Sejak zaman kerajaan sriwijaya, masyarakat
Indonesia telah mengenal peradaban, ditandai dengan sistem pemerintahan yang
baik, mengenal bercocok tanam, memiliki kebudayaan, dan masyarakatnya makmur.
Hal tersebut setidaknya berlangsung turun temurun lintas masa dan kerajaan
hingga masa puncak keemasan peradaban Indonesia pada zaman kerajaan majapahit,
dengan patih yang sangat terkenal pada
masa itu yaitu mahapatih Gajah Mada. Gajah mada telah terbukti mampu menyatukan
seluruh nusantara, didukung dengan sistem pelayaran yang modern serta dukungan militer
yang tangguh. Sumpahnya yang terkenal dalam upaya menyatukan kembali nusantara
pada masa itu adalah Sumpah PALAPA.
Nampaknya romantika kebesaran masa lalu bangsa Indonesia seolah
terhenti ketika bangsa eropa mulai berdatangan ke Indonesia dengan berbagai
macam tujuan. Dengan dalih berdagang, bangsa kulit putih ini mulai menanamkan
akar koloninya perlahan-lahan di Indonesia. Dari sinilah penjajahan di
Indonesia dimulai. Bermula dari bangsa
portugis, tongkat estafet penjajahan jatuh ketangan Belanda. Selama tidak
kurang dari 350 tahun bangsa Indonesia
dibawah pengaruh kolonialisme Belanda, angka yang tidak sedikit bagi masyarakat
Indonesia yang selama itu hidup sengsara dibawah kaki tangan belanda. keindahan dan kekayaan alam yang dimiliki
Bangsa Indonesia telah membuat bagsa kulit putih ingin mencicipi pula apa yang
dimiliki oleh masyarakat Indoenesia.
Kesadaran nasional yang tumbuh dikalangan kaum terpelajar
Indonesia pada akhirnya menghantarkan bangsa Indonesia dapat melepaskan diri
dari cengkeraman belanda, hingga perjuangan itu beroleh manis proklamasi
kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Sejak itu, kolonialisme dapat
dikatakan mangkat dari bumi Indoenesia. Akan tetapi, banyak pihak yang melihat
bahwa kemerdekaan Indonesia itu hanya dalam tataran politis, namun tidak dalam
aspek lain. Penjajahan yang tidak tampak disetiap sendi-sendi negara itu bahkan
hingga kini masih nampak jelas. Meminjam
istilah soekarno, penjajahan bentuk baru ini disebut sebagai neo kolonialism –
neo imperialism. Bahasan tentang dua hal tersebut tentu butuh waktu dan
referensi yang tidak sedikit, sehingga tulisan saya cukup sampai disini. Hiks hiks
hiks…. (Menangis)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar